Sifat ini, ditambah dengan dukungan kuat dari Golkar dan Gerindra, menjadi modal besar untuk memenangkan hati masyarakat.
Menurut Prof. Zainur, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang tidak menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat akan sulit memaksimalkan pembangunan daerah.
“Gubernur adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Dukungan dari partai pendukung Presiden dan Wakil Presiden menjadi nilai tambah bagi pasangan Melki-Johni,” tambahnya.
Melki-Johni mendapatkan dukungan dari 11 partai dalam Koalisi Indonesia Maju. Kombinasi ini menjadi kekuatan besar dalam memajukan visi dan misi mereka untuk NTT yang lebih baik.
Dukungan strategis dari pusat, terutama dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, memberikan legitimasi tambahan terhadap kapasitas pasangan ini untuk memimpin.
Pada akhirnya, keputusan ada di tangan masyarakat NTT. Dukungan pusat yang kuat, pengalaman politik, dan hubungan dekat dengan masyarakat menjadi faktor penentu yang membuat Melki Laka Lena dan Johni Asadoma sebagai pasangan yang patut dipertimbangkan.
“Silakan setiap pasangan calon menyampaikan program mereka, tetapi strategi berbasis dukungan pusat jelas memberikan keuntungan besar,” tutup Prof. Zainur.
Pemilu kali ini bukan hanya tentang memilih pemimpin daerah, tetapi juga menentukan arah hubungan NTT dengan pemerintah pusat untuk pembangunan yang lebih berkelanjutan.
Reporter : HN/TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












