Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng, saat memberikan keterangan pers menegaskan komitmen pihaknya dalam mengembangkan program ini.
“Transformasi GENTASKIN dari fokus penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi gerakan menuju NTT yang sehat, kuat, dan inklusif merupakan komitmen kami untuk menghadirkan pembangunan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program Diktisaintek Berdampak, sekaligus tindak lanjut kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perguruan tinggi melalui mahasiswa benar-benar memberikan dampak nyata di masyarakat.
GENTASKIN bukan sekadar program KKN, tetapi gerakan kolaboratif yang mendorong perubahan perilaku, peningkatan kapasitas, dan keberlanjutan pembangunan desa,” tambahnya.
Program GENTASKIN dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif multipihak yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dunia usaha, serta masyarakat desa.
Untuk mendukung tata kelola program, dikembangkan pula platform digital SILONTAR GENTASKIN sebagai sistem monitoring dan evaluasi berbasis data.
Dengan semangat “Mahasiswa Berdampak”, program ini diharapkan menjadi katalisator percepatan pembangunan sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












