Ia juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang dipimpin oleh Ambros Kodo, harus bertindak cepat dan responsif dalam menindaklanjuti peluang anggaran dari pemerintah pusat.
“Kadis Pendidikan NTT harus lari lebih cepat menyambut sinyal dari Komisi X DPR RI, karena ini menyangkut masa depan pendidikan di daerah terpencil kita,” tegasnya.
Ana berharap, seperti halnya proyek bantuan pendidikan sebelumnya di beberapa SMA/SMK yang telah berhasil mendapatkan anggaran APBN miliaran rupiah, ketiga sekolah ini pun bisa mendapat alokasi dana yang layak.
“Dulu, SMA Negeri 2 Lewolaga dan beberapa sekolah lain bisa dapat sekitar Rp9 miliar dari APBN. Saya berharap, tiga sekolah ini juga bisa mendapatkan perhatian yang sama,” ungkapnya.
Sebagai anggota DPRD dari Fraksi PKB, Ana juga menyampaikan harapan agar DPR RI melalui Komisi X terus memberikan tekanan (pressure) kepada kementerian agar realisasi anggaran untuk pembangunan sekolah-sekolah ini bisa segera terlaksana.
“Kami di daerah sudah bekerja dan menindaklanjuti dari bawah. Sekarang kami sangat berharap sinergi dari DPR RI dan kementerian untuk bersama-sama memperjuangkan ini,” tutupnya.
Reporter: HN/Tim
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












