3.SMKN 1 Atambua, diikuti 71 peserta dari Kabupaten TTU, Belu, dan Malaka
4.SMK Kristen 1 Kalabahi, diikuti 20 peserta dari Kabupaten Alor
5.SMKN 1 Maumere, diikuti 73 peserta dari Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata
6.SMKN 2 Ende, diikuti 62 peserta dari Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo
7.SMKN 1 Labuan Bajo, diikuti 55 peserta dari Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat
8. SMA Swasta St. Alfonsius Tambolaka, diikuti 77 peserta dari wilayah daratan Sumba
Ambrosius Kodo menambahkan bahwa seleksi substansi dilaksanakan di ruang uji kompetensi berbasis komputer dengan dukungan jaringan internet yang memadai.
“Peserta diberikan waktu 120 menit untuk mengerjakan 70 soal seleksi substansi. Sejauh ini proses seleksi berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya.
Setelah tahapan seleksi substansi selesai, tim dari Direktorat KSPSTK akan melaksanakan sidang pleno untuk menentukan kelulusan dan perankingan peserta. Hasilnya akan diserahkan kepada pimpinan daerah sebagai dasar pengambilan keputusan pengangkatan kepala sekolah.
“Peserta yang dinyatakan lulus nantinya wajib mengikuti diklat bakal calon kepala sekolah. Tahun 2026, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk 303 calon kepala sekolah mengikuti pelatihan tersebut sebagai syarat utama pengangkatan,” pungkas Ambrosius Kodo.
Reporter:HN
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










