Nedhy menambahkan, pelatihan pengelolaan hutan komunal yang ini dimaksudkan untuk memberi peran kepada perempuan, agar kembali menanam berbagi jenis tanaman,baik tanaman umur panjang maupun tanaman umur pendek, pada lokasi – lokasi yang selama ini jadi lahan tidur.
“Program ini atas dukungan dari “Woman’s Eart Aliance” (WEA) berkedudukan di Amerika Serikat,yang direncanakan berjalan selama 20 tahun,”Jelasnya dengan harapan, setelah 20 tahun hutannya terbentuk dan membawa hasil yang hasilnya dapat dimanfaatkan bagi perempuan.
Sementara Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi memberi apresiasi bagi Yayasan Kuan Mnasi ( YKM ) NTT, bahwa program ini merupakan suatu inspirasi baru untuk kembali menghidupkan hutan komunal.
“Tentunya mengingatkan kembali kita, akan masa lampau betapa manfaat hutan. Dimana pada saat massa pancaklik, hutan dijadikan sebagai lumbung pangan alternatif.”
Selanjutnya Wakil Bupati dan bersama Direktris Yayasan Kuan Mnasi Nedhy Neonbeni dan unsur lainnya, mengunjungi lokasi hutan Komunal yang terletak di Padang Popekano, arah Timur dari kantor Desa Letneo Selatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












