Suara mesin mobil bersahutan dengan keheningan hatinya.
OJK NTT mengaku terus memperluas edukasi langsung ke masyarakat seperti sekolah, universitas, lembaga agama, media online, hingga TV.
Namun Japarmen kembali menyerukan satu hal, “Tolong… jangan berhenti menyebarkan informasi. Dari bapak, mama, adik-adik mahasiswa—sebarkan kepada semua.”
Japarmen memuji karya para jurnalis yang membuat liputan mendalam khususnya wawancara dengan para korban penipuan.
Ia berharap jurnalis terus menulis, terus mengedukasi, terus menjadi suara penyelamatan bagi masyarakat yang rentan.
Japarmen tampak menahan rasa ketika mengatakan “Ini mungkin yang terakhir saya bersama teman-teman… jadi mohon dimaafkan.”
Ia tidak ingin menyembunyikan apa pun. Baginya, kejujuran adalah bentuk cinta.
Cinta pada pekerjaannya, pada masyarakat NTT, dan pada mereka yang setiap hari berjuang di medan informasi.
“Kerja kita harus dengan hati dan cinta. Dengan itu, saya percaya suatu hari kita bisa menolkan investasi bodong, judi online, dan pinjol ilegal,” tegasnya.
Sebelum sinyal telepon terputus di tengah perjalanan, ia menutup dengan kalimat yang membuat semua terdiam:
“Terima kasih untuk kebersamaan ini. Sampai bertemu di Kupang… dalam keadaan sehat. Salam kebajikan dan salam sehat untuk kita semua.”
Reporter: Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












