Daerah  

Sebelum Tiba di Kupang, Hati Ini Sudah Lebih Dulu Pergi

Poros NTT News

Suara mesin mobil bersahutan dengan keheningan hatinya.

OJK NTT mengaku terus memperluas edukasi langsung ke masyarakat seperti sekolah, universitas, lembaga agama, media online, hingga TV.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Namun Japarmen kembali menyerukan satu hal, “Tolong… jangan berhenti menyebarkan informasi. Dari bapak, mama, adik-adik mahasiswa—sebarkan kepada semua.”

Japarmen memuji karya para jurnalis yang membuat liputan mendalam khususnya wawancara dengan para korban penipuan.

Ia berharap jurnalis terus menulis, terus mengedukasi, terus menjadi suara penyelamatan bagi masyarakat yang rentan.

Japarmen tampak menahan rasa ketika mengatakan “Ini mungkin yang terakhir saya bersama teman-teman… jadi mohon dimaafkan.”

Ia tidak ingin menyembunyikan apa pun. Baginya, kejujuran adalah bentuk cinta.

Cinta pada pekerjaannya, pada masyarakat NTT, dan pada mereka yang setiap hari berjuang di medan informasi.

“Kerja kita harus dengan hati dan cinta. Dengan itu, saya percaya suatu hari kita bisa menolkan investasi bodong, judi online, dan pinjol ilegal,” tegasnya.

Baca Juga :  DPRD NTT Usul Konektivitas Sistem Samsat untuk Atasi Kendaraan Luar Daerah

Sebelum sinyal telepon terputus di tengah perjalanan, ia menutup dengan kalimat yang membuat semua terdiam:

“Terima kasih untuk kebersamaan ini. Sampai bertemu di Kupang… dalam keadaan sehat. Salam kebajikan dan salam sehat untuk kita semua.”

Reporter: Hendrik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung