Daerah  

Sanggar Kope Oles: Melestarikan Kebudayaan Manggarai Barat dengan Cara Tersendiri

Poros NTT News

Kedatangan mereka tidaklah kebetulan, melainkan merupakan usaha untuk mendalaminya budaya lokal.

Ketua Sanggar menjelaskan tahapan-tahapan upacara adat kepada tamu asing, mulai dari acara curu, lontoh loce, hingga tarian Danding yang menggambarkan persahabatan dan keakraban.

Para tamu tak hanya disuguhi penampilan budaya, tetapi juga diajak untuk memahami arti dari setiap gerakan dan sastra lagu Manggarai.

Sebagai bukti kesan yang ditinggalkan, tamu asing mengungkapkan kekaguman mereka terhadap uniknya adat istiadat Manggarai serta kesan positif terhadap pengaturan yang rapi dan teratur dalam upacara adat.

Pengalaman ini memberikan bukti betapa popularitas Sanggar Kope Oles telah meluas dan menjadi daya tarik bagi banyak orang.

Bapak Adrianus Taur berharap bahwa kegiatan sanggar ini akan memicu ketertarikan dan inspirasi khusus bagi para tamu, serta mendorong generasi muda untuk berkreasi dengan ide-ide yang menarik bagi tamu asing.

Selain itu, keberadaan tamu asing juga memberikan semangat pada generasi penerus daerah untuk mempelajari warisan budaya mereka secara mendalam, dan berkolaborasi dengan kebutuhan wisatawan di Labuan Bajo sebagai pusat destinasi super premium.

Baca Juga :  Bank NTT Siap Dukung UMKM NTT dengan Penyaluran KUR, Yohanis Landu Praing Temui Kemenko Perekonomian

Hari ini, Sanggar Kope Oles tidak hanya merayakan pertemuan budaya yang luar biasa, tetapi juga menghadirkan sebuah inspirasi untuk melestarikan tradisi dan mempromosikan kekayaan budaya lokal.

Simak informasi lebih lanjut tentang perjalanan mereka dalam mengangkat kebudayaan Manggarai Barat.

Reporter: Siuslaus Fendi Ruem

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version