Daerah  

Saboak dan Cinta yang Tak Pernah Usai untuk UMKM Kota Kupang

Reporter : Hendrik
IMG-20260622-WA0079

PRS – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Taman Nostalgia saat Pemerintah Kota Kupang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak), Minggu (21/6).

Perayaan tersebut menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan satu tahun Saboak yang telah tumbuh menjadi ruang ekonomi, kreativitas, sekaligus tempat bertemunya berbagai harapan masyarakat Kota Kupang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Perayaan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bawono Ika Sutomo, para pimpinan instansi, pelaku UMKM, serta masyarakat Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergandengan tangan menjaga keberlangsungan Saboak hingga mampu berkembang seperti saat ini.

Menurutnya, kehadiran Saboak lahir dari sebuah mimpi sederhana, yakni menghidupkan Taman Nostalgia agar tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi ruang publik yang memiliki kehidupan, aktivitas, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi sehingga Saboak bisa hadir dan bertahan sampai hari ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah saat awal masa kepemimpinannya tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan inovasi.

Melalui efisiensi anggaran dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan dan sponsor, Saboak akhirnya lahir sebagai ruang pemberdayaan ekonomi rakyat.

Hasilnya pun sangat menggembirakan. Selama satu tahun berjalan, perputaran ekonomi di Saboak tercatat mencapai sekitar Rp6,3 miliar, dengan rata-rata transaksi mencapai Rp80 juta setiap pekan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Saboak telah menjadi denyut ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Wali Kota menegaskan bahwa seluruh aktivitas ekonomi di Saboak benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat tanpa adanya pungutan retribusi lapak dari Pemerintah Kota Kupang.

“Ini adalah uang yang berputar untuk masyarakat. Semua benar-benar dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat,” tegasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung