PRS – PT Kurnia Mulia Mandiri kembali menjadi sorotan publik usai mengerjakan dua proyek besar di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek tersebut meliputi peningkatan jalan Hurung–Ile Pati–Demondei di Kecamatan Adonara Barat serta pembangunan Jembatan Bliko di Kecamatan Wotan Ulumado.
Kedua proyek strategis nasional ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025, dengan total nilai mencapai Rp76,6 miliar.
Proyek peningkatan jalan Hurung–Ile Pati–Demondei dikerjakan berdasarkan Kontrak Nomor: HK.02.03/Bb10.8.5/140 tertanggal 12 Juni 2025, di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV NTT.
Nilai kontrak proyek mencapai Rp56,39 miliar, dengan waktu pelaksanaan 202 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 365 hari.
Pelaksana proyek adalah PT Kurnia Mulia Mandiri, sedangkan pengawasan dilakukan oleh tim internal BPJN NTT.
Namun, proyek yang diharapkan memperlancar konektivitas antarwilayah ini justru mendapat sorotan tajam dari masyarakat.
Warga Desa Ilepati mengeluhkan kerusakan pada ruas jalan hotmix yang baru saja dibangun.
Menurut dia, jalan tersebut mulai terkikis akibat banjir musiman yang melanda wilayah itu.
“Sumber anggaran dari APBN, nilainya besar Rp56 miliar. Tapi kok jalan baru saja dikerjakan sudah rusak? Ini aneh,” ungkap seorang warga Desa dengan nada kesal pada Senin, 13/101/2025.
Warga menilai tidak adanya talud dan bahu jalan dari semen (betangan) membuat konstruksi mudah tergerus air.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












