Distribusi air di Kota Kupang masih fluktuatif karena faktor musim. Pada musim kemarau, debit air menurun signifikan sehingga pihak PDAM harus melakukan reschedule distribusi.
“Dalam kondisi kemarau, jadwal distribusi bisa dikurangi menjadi tiga kali seminggu pada beberapa titik. Hal ini dilakukan agar semua wilayah tetap mendapat suplai,” jelas Romy.
Selain itu, ia berharap masyarakat ikut menjaga jaringan distribusi yang ada.
Banyak kerusakan pipa justru diakibatkan kelalaian warga, seperti pembakaran sampah yang merusak pipa distribusi.
Sebagai unit usaha milik daerah, PDAM Kota Kupang terus berupaya meningkatkan pelayanan sekaligus menopang pembangunan daerah.
Kontribusi perusahaan juga diwajibkan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) berdasarkan laba bersih yang diperoleh.
“Prinsipnya, PDAM harus menjadi agen pembangunan. Dengan pendapatan yang cukup, kami bisa menopang program pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” pungkas Romy.
Reporter: Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








