Daerah  

PDI Perjuangan Ngada Menyapa Duka Keluarga Naruwolo

Poros NTT News

KR – Dalam nuansa gotong royong yang kental dengan semangat kebersamaan di Kabupaten Ngada.

Dewan Pimpinan DPC PDI Perjuangan di Ngada bersama jajaran PAC Kecamatan Jerebuu dan pemerintah Desa Naruwolo melaksanakan sebuah misi kemanusiaan yang sarat empati.

Kehadiran kader partai di tengah masyarakat menjadi simbol kepedulian nyata terhadap sesama.

Aksi ini mencerminkan nilai solidaritas yang terus dijaga dan dihidupi oleh PDI Perjuangan.

Partai hadir bukan sekadar sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai keluarga bagi rakyat.

Aksi solidaritas tersebut diberikan kepada keluarga korban bunuh diri di Desa Naruwolo yang meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.

Korban berinisial YBS diketahui meninggal dunia pada 29 Januari 2026.

Kepergian almarhum meninggalkan luka batin yang mendalam bagi keluarga, khususnya anak-anak yang ditinggalkan.

Tragedi ini menggugah kepedulian banyak pihak untuk turut meringankan beban keluarga korban.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada, Wilfridus Muga, menegaskan bahwa partai hadir tidak hanya dalam suasana suka, tetapi juga dalam duka rakyat.

Baca Juga :  Satuan Samapta Polres Manggarai Barat Bubarkan Pasangan Kelompok Remaja di Tempat Sepi

Ia menyampaikan bahwa empati dan kepedulian harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, kehadiran partai di tengah masyarakat merupakan amanat ideologis.

PDI Perjuangan berkomitmen untuk selalu berdiri bersama rakyat dalam setiap situasi.

“Kami datang dengan hati terbuka, membawa dukungan dan bantuan sebagai wujud kepedulian,” ujar Wilfridus Muga dalam keterangannya kepada media, Jumat (06/02/2026).

Ia menekankan bahwa partai ingin memastikan keluarga korban tidak merasa sendirian.

Dukungan yang diberikan diharapkan mampu memberikan kekuatan moral bagi keluarga. Bantuan tersebut juga menjadi simbol harapan di tengah duka mendalam.

Bentuk dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas bantuan materi semata.

PDI Perjuangan juga menaruh perhatian besar pada masa depan anak-anak korban.

Pendidikan dipandang sebagai jalan utama untuk keluar dari keterpurukan. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan dirancang bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.

Melalui Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada, Wilfridus Muga, partai secara simbolis memberikan beasiswa pendidikan kepada kedua anak korban.

Beasiswa tersebut mencakup pendidikan mulai dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi.

Baca Juga :  PT Sinar Mas Multifinance Buka Peluang Kerja Agen Freelance

Program ini menjadi bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi penerus bangsa.

DPC PDI Perjuangan berharap anak-anak tersebut tetap memiliki harapan dan semangat untuk meraih masa depan.

Beasiswa pendidikan itu akan dikelola melalui Lembaga Pendidikan Citra Bakti Malanusa.

Seluruh biaya pendidikan, termasuk kebutuhan penunjang lainnya, akan ditanggung langsung oleh Wilfridus Muga bersama keluarganya.

Komitmen ini menunjukkan kepedulian yang tulus dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menjadi teladan dalam membangun solidaritas sosial.

“Pendidikan adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa,” tegas Muga.

Ia berharap kedua anak korban tetap bisa menggapai cita-cita meski tengah menghadapi kehilangan besar.

Menurutnya, kasih sayang dan perhatian adalah kekuatan untuk bangkit.

Ia menegaskan bahwa semua warga adalah bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia.

Di tengah upaya meringankan beban keluarga korban, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngada juga menyerap aspirasi masyarakat setempat.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version