Daerah  

Melki Laka Lena: Ekonomi Desa Harus Jadi Kekuatan Baru

Reporter : Hendrik
Poros NTT News

PRS – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, mengikuti secara virtual peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara nasional yang dipusatkan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian nasional tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Di NTT, Gubernur Melki mengikuti kegiatan itu dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Soares, Bupati Kupang Yosef Lede, serta jajaran Forkopimda Provinsi NTT dan Kabupaten Kupang.

“Ekonomi Desa Harus Jadi Kekuatan Baru”

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan optimisme besar terhadap kehadiran Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, koperasi bukan sekadar bangunan atau papan nama, tetapi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat yang mampu menciptakan lapangan usaha di desa.

Baca Juga :  Menyongsong Hari Bhakti Adyaksa ke 62, Kejari TTU Lakukan Ziarah ke TMP

“Kalau ekonomi desa hidup, anak muda tidak perlu pergi jauh hanya untuk bertahan hidup,” ungkap Melki.

Ia mengaku merasakan harapan baru bagi pembangunan ekonomi desa setelah melihat langsung dimulainya operasional Koperasi Merah Putih yang kini dibangun dengan konsep modern dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

Bukan Sekadar Koperasi Lama

Melki menjelaskan, Koperasi Merah Putih hadir dengan konsep berbeda dibanding koperasi konvensional sebelumnya.

Koperasi tersebut dilengkapi gudang distribusi logistik, layanan sembako, pupuk subsidi, LPG, apotek hingga akses pembiayaan rakyat.

Dengan sistem itu, masyarakat desa diharapkan semakin mudah mendapatkan kebutuhan pokok sekaligus memiliki akses pasar untuk menjual hasil pertanian dan produk lokal.

“Petani lebih mudah menjual hasil panen, masyarakat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok, dan uang bisa berputar di kampung sendiri,” jelasnya.

NTT Siapkan Ratusan Gerai Koperasi

Gubernur Melki juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah terdapat 72 gerai Koperasi Merah Putih yang siap beroperasi di berbagai wilayah di NTT.

Pemerintah Provinsi NTT menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 200 hingga 300 gerai pada akhir Juli 2026 yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Rumah Terbakar Saya Menangis Pak Karena Semua Barang Tidak Ada Lagi

Menurut Melki, langkah tersebut memang dimulai dari skala kecil, namun diyakini akan membawa dampak besar terhadap penguatan ekonomi keluarga di desa-desa.

“Kalau desa kuat, NTT juga akan berdiri lebih kuat,” tegasnya.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, memperpendek rantai distribusi barang kebutuhan pokok, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Pemerintah Provinsi NTT optimistis keberadaan koperasi tersebut dapat mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi di perkotaan.(**)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung