“Karena ketakutan orang tua calon PMI itu mendatangi Kantor Disnaker Flotim dan menceritakan semuanya bahwa anaknya di rekrut untuk menjadi PMI dengan iming-iming tertentu tetapi harus membayar kepada agen sesuai dengan kesepakatan,” ungkanya.
Sebagai aktivis kemanusiaan yang begerak di Divisi Human Trafficing, Setelah mendapatkan informasi tersebut Noben Dasilva langsung menghubungi Kepolisan Polres Flotim dalam hal ini Tim Buser untuk mencari tau dan mengamankan keberadaan Agen Perekrut PMI Ilegal tersebut.
“Puji tuhan hanya dalam waktu 8 jam dua orang terduga menjadi agen perekrutan berhasil di amankan di polres Flotim. Setelah diamankan kita diberikan informasi bahwa keberadaan ketigan calon PMI itu,” Kata Noben Dasilva.
selanjutnya dengan ‘jejaring’ yang dibangun Noben Dasilva bersama BP3MI NTT, dan Disnaker Kabupen Jember, Garda Buruh Migran dan Serikat Buruh Migran Kabupaten Lumajang berhasil menemukan ketika Calon PMI asal Flotim dirumah warga dusun wungan, Kencong, Jember Jawa Timur.
“Setelah itu mereka di jemput dan di serahkan ke BP2MI Surabaya untuk di pulangkan ke daerah asal (Flotim) menggunakan pesawat terbang, dan kemarin sore baru kita jemput dibandara,” jelas Noben.
Setelah tiba di larantuka kata Noben, Para calon PMI Ilegal langsung diarahkan ke mapolres flotim untuk memberikan keterangan dan selanjutnya diantar ke rumah mereka masing -masing.
“Kemarin mereka (PMI) sempat memberikan keterangan ke penyidik, setelah itu batu kita antar ke rumah mereka masing-masing,” Tandas aktivis kemanusian tersebut.
Reporter: Hendrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












