Daerah  

Hayati Hadirkan Fashion Show denganTema Barbie in Love di Kupang

Poros NTT News

PRS – Desainer lokal Hayati Nilan Sari Lette kembali menghadirkan gebrakan di dunia fashion Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui brand andalannya, Taarsyafildz Collection, ia menggelar pagelaran busana bertema “Barbie in Love” dalam momentum Valentine di Kota Kupang pada Senin, 16/02/2026 di Lippo Plaza.

Kegiatan yang digelar pada malam hari tersebut menjadi ajang unjuk kreativitas 13 model muda berbakat.

Meski bukan dalam format perlombaan, karya-karya Hayati sukses mencuri perhatian penonton dengan konsep ceria dan penuh warna.

Hayati menjelaskan, awalnya ia hanya menyiapkan 10 model.

Namun karena tingginya minat anak-anak, jumlah tersebut akhirnya bertambah menjadi 13 orang.

Dari total tersebut diantaranya, model putra baru saja kembali dari Bali usai mengikuti ajang nasional.

Sedangakan 12 lainnya merupakan model putri yang telah berpengalaman di berbagai event luar daerah.

Menurutnya, anak-anak NTT memiliki bakat besar di dunia fashion. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk tampil dan berkembang.

“Kalau anak-anak tidak diberi kesempatan dari tingkat kabupaten atau kota, bagaimana bisa sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Pilkades Serentak di TTU Berpotensi Masalah, Ini Pesan Wakil Bupati TTU

Hayati menegaskan, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar fashion show, melainkan membentuk mental dan karakter anak sejak dini.

Ia berpesan agar generasi muda NTT berani menampilkan kreativitas dan bakatnya, terutama di bidang fashion.

“Kalau punya bakat jangan disimpan. Harus berani tampil. Tapi yang paling penting adalah dukungan orang tua, karena semangat anak lahir dari orang tua yang antusias,” jelasnya.

Menurutnya, dunia fashion bisa menjadi wadah positif untuk mengisi waktu luang sekaligus membangun rasa percaya diri.

Sebelum tampil di Kupang, Taarsyafildz Collection telah dua kali menggelar karya di Bali.

Bahkan, koleksi tenun yang dibawa mendapat respons positif dan langsung diminati pembeli.

Proses pemesanan pun dilakukan secara profesional, termasuk pengukuran melalui video call bagi pelanggan luar daerah.

Hal ini membuktikan bahwa karya desainer lokal NTT mampu bersaing di tingkat nasional.

Untuk Valentine kali ini, Hayati memilih konsep berbeda dari biasanya yang identik dengan tenun. Tema Barbie in Love dipilih agar lebih segar, sesuai suasana kasih sayang.

Baca Juga :  Bobby Lianto Perkenalkan Produk UMKM NTT Jadi Potensi Investasi di KBRI

Kegiatan ini sebagian besar didukung oleh orang tua model. Namun, Hayati berharap ke depan ada dukungan lebih dari pemerintah maupun sponsor.

Pasalnya, bahan busana banyak dipesan dari luar daerah sehingga membutuhkan biaya tambahan.

Dengan adanya sponsor, beban orang tua bisa dikurangi dan industri fashion lokal semakin profesional.

“Harapan saya, penjahit kecil dan desainer lokal lebih diperhatikan. Kami ingin terus berkembang dan membawa nama NTT lebih luas lagi,” tutupnya.

Pagelaran ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak NTT layak mendapat ruang dan dukungan bersama.

Reporter: HN/Tim

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version