Daerah  

Transparansi Dipertanyakan! Proyek Jembatan Bliko Adonara Jadi Sorotan

Poros NTT News

Namun, jika disalahgunakan, bisa menjadi celah dugaan bisnis bagi PPK.

Proses tersebut memungkinkan PPK memilih penyedia jasa terbaik berdasarkan perbandingan harga dan spesifikasi dari penyedia yang telah terdaftar di e-katalog.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Sayangnya, Jembatan Bliko, diduga kuat sistem ini digunakan secara tidak profesional.

Tidak adanya konsultan perencana, informasi yang tidak transparan, serta potensi persekongkolan harga dan pengarah proyek membuat integritas pelaksanaan proyek dipertanyakan.

“Kita bicara soal proyek jembatan senilai 18 miliar. Tanpa perencanaan matang, proyek ini bisa jadi sia-sia, bahkan bisa membahayakan jika tidak memenuhi standar teknik,” ujar sumber lainnya, Minggu (22/6/2025).

Dijelaskan bahwa pekerjaan jembatan melibatkan komponen struktur atas seperti gelagar utama (girder), lantai jembatan, pembesian, pengecoran plat lantai, hingga pekerjaan struktur bawah seperti fondasi sumuran, abutment, pilar, galian dan urugan tanah.

Semua ini membutuhkan perencanaan dan perhitungan biaya yang detail.

Baca Juga :  BBM Tanpa Pemilik,Ditemukan Tim Patroli di Perbatasan RI - RDTL

Pantauan media tidak tersedianya fasilitas Readymix dan Batching Plant di lokasi proyek memperparah keraguan terhadap kesiapan pelaksanaan.

Pekerjaan dengan kompleksitas tinggi membutuhkan dukungan teknologi dan alat berat yang memadai.

Selain itu, biaya-biaya lain seperti keselamatan kerja, perlengkapan alat berat, hingga tenaga kerja terlatih tidak boleh diabaikan (Red).

Jika semua ini tidak disusun dengan konsultan perencana, maka dugaan korupsi dan penggelembungan harga bisa semakin kuat.

Sementara itu, publik masih menunggu kejelasan dari pihak PPK maupun instansi terkait mengenai keterlibatan konsultan perencana, serta dasar pemilihan kontraktor pelaksana yang disebut-sebut tidak memenuhi syarat etalase konstruksi di e-katalog LKPP.

“Yang publik butuh adalah transparansi. Jangan sampai proyek bernilai miliaran rupiah ini justru jadi ajang mencari keuntungan segelintir orang. Rakyat butuh jembatan yang aman, kuat, dan tahan lama,” tegas narasumber tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PPK terkait proyek tersebut.

Reporter: Tim/ HN

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung