PRS – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memprioritaskan penurunan angka stunting di awal masa jabatannya pada tahun 2025.
Fokus ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi salah satu masalah kesehatan terbesar di wilayah tersebut.
Dalam kolaborasi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), pemerintah NTT menargetkan penurunan prevalensi stunting dari 37 persen menjadi 18,8 persen pada 2025, sesuai target nasional.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menyatakan bahwa NTT dipilih sebagai lokasi pilot project penanganan stunting karena angka prevalensinya yang tinggi.
“Kita mau bikin pilot project itu di Nusa Tenggara Timur yang secara persentasenya lumayan tinggi prevalensi stunting,” ungkap Wihaji pada Senin (13/1/2025) di kantor Kemendukbangga.
Proyek ini melibatkan kerja sama lintas sektor dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Desa dan Pembangunan Tertinggal (Kemendes), serta beberapa universitas terkemuka seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Gubernur Laka Lena menyatakan komitmennya untuk memastikan sinergi Pentahelix berjalan efektif di tingkat lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












