Daerah  

CV Valentine Gagal Tuntaskan Proyek Rabat Beton di Flotim

Poros NTT News

“Saya kira itu letaknya sebagai argumen menutupi kesalahan pada pekerjaan yang saat ini gagal,” tegas Alfred Baun.

Ia menyoroti bahwa jika pekerjaan belum mencapai progres jelas, maka penggunaan alasan keadaan kahar harus diuji secara administratif dan teknis.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Alfred Baun juga menyebut kegagalan proyek ini bukan hanya kesalahan kontraktor, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah dan sistem pengadaan.

Menurutnya, kontraktor yang bekerja dengan sistem tender murni biasanya sangat memperhatikan waktu, kualitas, dan target keuntungan.

“Saya curiga orang yang kerja ini adalah orang pesanan. Kalau tender murni biasanya kerja sesuai kalender waktu dan progres kualitas,” katanya.

Ia mendesak aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya dugaan penyelewengan anggaran dalam proses pelaksanaan proyek.

Alfred Baun berharap kejaksaan menelusuri seluruh pekerjaan proyek, mulai dari tender hingga pelaksanaan di lapangan.

“Kalau kejaksaan belum masuk maka akan terjadi perang asumsi. APH harus cepat masuk mengurai benang kusut dugaan ini,” tutupnya.

Baca Juga :  Projo NTT Apresiasi Langkah Strategis Pemerintah Prabowo-Gibran: LPDB Jadi Motor Perubahan Struktural Ekonomi Desa

Sementara itu, sumber lain menyebutkan bahwa tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTT melalui unit tindak pidana korupsi (Tipikor) telah turun melakukan pemeriksaan terkait peroyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, media masih terus berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak Tipikor Polda NTT.

Reporter: HN/Tim

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung