Daerah  

Christian Widodo Hadir di Halal Bihalal Ikatan Komunintas Minangkabau

Poros NTT News
Moment sesi foto bersama dengan Wali Kota Kupang,Christian Widodo. (ft. Hendrik)

“Kapal tidak dibuat untuk diam di dermaga, tetapi untuk berlayar menghadapi ombak. Begitu juga komunitas, harus hadir menyelesaikan persoalan di masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk saling memaafkan dan memperkuat persatuan.

“Berani mengakui kesalahan bukan kelemahan, tetapi tanda kekuatan. Di situlah makna sejati halal bihalal,” tambahnya.

Wali Kota juga menyoroti capaian Kota Kupang yang masuk dalam 10 besar kota toleran di Indonesia, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni.

“Kota yang kuat bukan hanya dari infrastrukturnya, tetapi dari warganya yang saling percaya dan menghargai,” katanya.

DPRD NTT, Filmon Loasana, menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi memiliki makna strategis dalam membangun kolaborasi lintas komunitas di Kupang.

“Pesannya jelas, kita harus merangkul semua komunitas, termasuk keluarga Minangkabau. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi kekuatan bersama untuk membangun kolaborasi di Kota Kupang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa peran masyarakat perantau, khususnya yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM), sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga :  Keren, di Flotim Kapolres dan Anggota Apel Menggunakan Tas Buatan Lokal

“Peran keluarga pendatang sangat penting, terutama melalui sektor UMKM dan kegiatan sosial lainnya. Kota ini tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja, tetapi oleh semua unsur masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan IKM sebagai wadah komunitas perantau telah menunjukkan kontribusi nyata dalam pertumbuhan ekonomi dan sosial di Kota Kupang.

“IKM adalah contoh bagaimana komunitas bisa tumbuh, berkontribusi, dan menjadi bagian penting dalam membangun kota yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan komunitas Minangkabau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi kekuatan kolaborasi dalam membangun Kota Kupang.

IKM diharapkan terus berperan aktif dalam berbagai sektor, termasuk UMKM dan kegiatan sosial, sebagai kontribusi nyata masyarakat perantau.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antarwarga.

Reporter: Hendrik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version