Daerah  

BP3MI NTT: Anak NTT Bisa Kantongi Gaji Rp42 Juta di Jerman

Reporter : Hendrik
Poros NTT News

PRS – BP3MI NTT terus mendorong peningkatan kualitas pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT), menembus pasar kerja profesional di Jepang dan Jerman.

Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida melalui Pelaksana Harian (PLH) Lukas Doni Pura menjelaskan, selama ini mayoritas pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT masih bekerja di sektor rumah tangga dan perkebunan di Malaysia.

Namun kini pemerintah mulai mengarahkan tenaga kerja NTT ke sektor yang lebih profesional, khususnya tenaga kesehatan atau perawat.

“Dua ribuan orang berangkat setiap tahun. Kami berharap setelah kegiatan sosialisasi dan job fair kemarin, minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri semakin bertambah, terutama pada sektor profesional,” kata Lukas pada Senin, 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan job fair sebelumnya, program Government to Government (G2G) untuk penempatan perawat ke Jepang dan Jerman menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

“Kita tidak abaikan PMI yang ke Malaysia, karena lebih dari 95 persen masih bekerja di rumah tangga dan perkebunan. Tetapi sekarang kita dorong agar masyarakat NTT bisa menunjukkan skill di sektor profesional seperti nurse ke Jepang dan Jerman,” ujarnya.

Baca Juga :  Terjadi Pelanggaran, Bawaslu TTU Ambil Tindakan dan Beri Sanksi Kepada Caleg yang Kepala Batu

Menurut Lukas, dalam dua tahun terakhir baru sekitar 30 orang asal NTT yang berhasil lolos menuju program penempatan perawat ke Jerman.

Mereka sebelumnya harus melewati seleksi wawancara dan pelatihan bahasa sebelum diberangkatkan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version