PRS – Puncak Festival Budaya di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT paada Jumat, 1 Mei 2026.
Moment tersebut tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, tetapi juga menghadirkan edukasi lingkungan melalui kehadiran Bank Sampah yang mengajak warga mengelola sampah bernilai ekonomi.
Suasana festival tampak hidup dengan kehadiran stand Bank Sampah yang dikelola komunitas di bawah binaan Riesta Ratna Megasari.
Masyarakat terlihat antusias membawa dan menimbang sampah yang telah dipilah.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa sampah bukan hanya untuk dibuang, tetapi bisa menghasilkan nilai ekonomi,” ungkap Yeni Tulle di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai lebih dari 31 kilogram.
“Kesadaran masyarakat sangat besar. Hari pertama saja sudah lebih dari 31 kilo, bahkan hari ini hampir mencapai 50 kilo,” tambahnya.
Sampah yang dikumpulkan memiliki nilai jual bervariasi, mulai dari Rp500 per kilogram untuk sampah campuran hingga Rp7.000 per kilogram untuk kaleng. Pemilahan sampah yang baik menjadi kunci utama untuk mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Kehadiran Bank Sampah ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Kota Kupang dalam pengelolaan sampah terpadu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












