“Kami memberi dari kekurangan, karena duka mereka adalah juga duka kami,” ungkapnya saat melepas rombongan solidaritas menuju kamp pengungsian di Desa Bokang Wolomatang, Kecamatan Titehena.
Sesampainya di kamp pengungsian, siswa-siswi SMKN 1 Lewoleba disambut haru oleh para pengungsi. Bernadus Baha Bean, perwakilan pengungsi, mengungkapkan rasa terima kasihnya,
“Kami tidak menyangka yang datang mengunjungi kami adalah anak cucu kami sendiri. Musibah ini mempertemukan kita.”
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Agus Buran, menambahkan bahwa aksi solidaritas ini menjadi momen pembelajaran berharga bagi siswa.
“Ini kesempatan bagi siswa untuk belajar memahami penderitaan orang lain,” ungkapnya, berterima kasih kepada masyarakat Lewoleba atas partisipasi mereka.
Melalui aksi penggalangan dana ini, siswa-siswi SMKN 1 Lewoleba tidak hanya menyumbangkan bantuan materi, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang terdampak.
Aksi ini menjadi bukti bahwa rasa cinta dan kepedulian dari anak-anak muda dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat yang sedang berduka.
Reporter: HN/ Ito Arakian
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












