“Anggaran di pusat itu tidak besar-besar amat, dan ada 38 provinsi yang membutuhkan. Jadi, jika pemimpin daerah tidak berada dalam koalisi yang selaras dengan pusat, posisi untuk mendapat tambahan anggaran susah. Bisa berada di urutan paling belakang,” jelas Melki Laka Lena.
Melki juga menyinggung pentingnya koalisi pusat dan daerah dalam tiga periode gubernur sebelumnya, mulai dari Alm.
Frans Lebu Raya hingga Viktor Bungtilu Laiskodat. Ia menyebut bahwa dukungan pusat menjadi lebih signifikan ketika koalisi antara pusat dan daerah selaras.
Melki Laka Lena juga menyoroti konfigurasi Pilkada NTT 2024 yang selaras dengan Pilpres 2024.
Pasangan Melki-Johni mendapat dukungan dari koalisi parpol yang sama dengan pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres.
Hal ini dipandang sebagai modal kuat bagi Melki-Johni untuk mempercepat pembangunan di NTT.
“Ini bukan bicara Melki-Johni. Tetapi parpol pemenang pilpres itu wajib hukumnya menjadi pemenang di Pilgub, sehingga nyambung dengan pemerintah pusat, agar kita bisa bangun daerah ini lebih baik lagi,” pungkasnya.
Dengan dukungan yang semakin besar dari masyarakat TTS, pasangan Melki-Johni optimis dapat membawa perubahan signifikan bagi NTT dalam Pemilihan Gubernur 2024 mendatang.
Reporter : HN/TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












