Ketika Kampus Toleransi Disambangi Presiden di Era Zainur Wula

Poros NTT News
Prof Zainur Wula mengenakan kemeja puti, Guru Besar Pertama yang Mengukir Sejarah Universitas Muhammadiyah Kupang.

Jokowi dan Prabowo Pernah Hadir di Kampus

Perkembangan Universitas Muhammadiyah Kupang juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Pada 8 Januari 2018, mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan kuliah umum di kampus tersebut.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan keyakinannya bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah akan terus melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, serta memiliki semangat kewirausahaan.

“Saya percaya universitas-universitas Muhammadiyah akan menjadi pendobrak kebiasaan lama yang tidak produktif dan mampu menciptakan lompatan kemajuan,” ujar Jokowi.

Selain itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto juga pernah hadir di Universitas Muhammadiyah Kupang pada 4 Desember 2024 untuk membuka Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah.

Kehadiran dua presiden tersebut menjadi bukti pentingnya peran kampus ini dalam pengembangan pendidikan di wilayah timur Indonesia.

Warisan kepemimpinan Zainur Wula tidak hanya tercatat dalam sejarah Universitas Muhammadiyah Kupang, tetapi juga dalam semangat toleransi dan kemajuan pendidikan yang terus hidup hingga kini.

Nilai kepemimpinan yang merangkul keberagaman, membangun kedekatan dengan mahasiswa, serta membuka ruang dialog lintas budaya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus belajar dan membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Prabowo Ungguli Semua Calon Presiden pada Bulan Mei

Di kampus yang berdiri di jantung Kota Kupang itu, warisan tersebut tetap hidup—menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang membangun manusia dan peradaban.

Reporter: Hendrik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version