Di Ujung Doa dan Perjuangan, Safirah Kembali Memimpin SMK Negeri 5 Kupang

Reporter : Hendrik/Tim
Poros NTT News

“Jadi keputusan tersebut bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, khususnya terkait disiplin ASN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah,” tandasnya.

Lebih dari sekadar kemenangan administratif, kisah ini menjadi refleksi tentang keteguhan seorang pendidik yang tetap berdiri di tengah badai.

Safirah, dengan penuh kerendahan hati, menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, serta apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, termasuk Gubernur, Wakil Gubernur, dan Kepala Dinas Pendidikan.

Dalam setiap perjuangan, selalu ada cinta yang diam-diam menguatkan.

Bukan cinta yang riuh, melainkan cinta pada profesi, pada tanggung jawab, dan pada masa depan generasi muda.

Safirah membuktikan bahwa dedikasi seorang guru tak pernah padam, meski sempat redup oleh badai kebijakan.

“Sebagai ASN dan pendidik, kita harus memberi teladan. Guru adalah pengajar, bukan penggerak konflik,” ujarnya lembut namun tegas.

Kembalinya ia ke sekolah bukan sekadar kembali ke ruang kerja, tetapi pulang ke panggilan hati mendidik, membimbing, dan menyalakan harapan.

Safirah Abineno berencana segera menggelar rapat bersama jajaran sekolah sebagai langkah awal membangun kembali harmoni dan kualitas pendidikan di SMK Negeri 5 Kupang.

Baca Juga :  Pentingnya Seminar Literasi Digital Bagi Anak "Balik Lewo" di Waihelan

Kisah ini menjadi pengingat bahwa keadilan, ketika diperjuangkan dengan tulus, akan menemukan jalannya sendiri dan cinta pada pengabdian akan selalu menang.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version