Dari Tanah Terpencil, SDI Filial Woloklibang Ukir Sejarah Lewat Kemah Perdana

Poros NTT News

Untuk pertama kalinya, SDI Kenari Belolong Filial Woloklibang menjadi tuan rumah apel HUT Pramuka Republik Indonesia Gugus Dua Waiwadan sekaligus membuka kegiatan bumi perkemahan perdana di wilayah ini.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari ini berlangsung meriah, diwarnai dengan penampilan budaya lokal dan dukungan penuh masyarakat.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian media, Yos Oker, guru inspiratif yang dikenal berjiwa muda, mudah bergaul, dan selalu memotivasi anak-anak didiknya.

Bagi Yos Oker, pramuka bukan hanya sekadar baris-berbaris atau mendirikan tenda, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan persatuan, kolaborasi, dan rasa bangga terhadap kampung halaman.

Sejak awal perta kedatangan, suasana desa sudah dipenuhi riuh tawa peserta dan warga. Denting gong dan tabuhan gendang menggema, mengiringi tarian adat Hedung, tarian khas Flores Timur yang sarat makna penyambutan tamu terhormat.

Peserta yang datang dari berbagai SD di Gugus Dua Waiwadan langsung disambut di pintu masuk desa.

Gerakan Hedung yang penuh energi, dipadukan dengan sorakan hangat masyarakat, menciptakan suasana kebersamaan yang sulit dilupakan.

Baca Juga :  Pasca Pengumuman Kelulusan Siswa SMA, Anggota Babinkamtibmas Melaksanakan Patroli  Cegah Gangguan Kamtibmas

“Ini pertama kalinya Woloklibang menjadi tuan rumah. Sambutan ini luar biasa, membuktikan bahwa meskipun berada di daerah yang terisolir, semangat persatuan tetap membara,” ujar Guru Yos Oker pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Tahun ini, HUT Pramuka RI mengangkat tema “Kolaborasi untuk Memperkuat Persatuan Bangsa”. Tema ini sangat relevan bagi desa-desa terpencil seperti Woloklibang yang sering terabaikan dalam pembangunan.

“Kami ingin anak-anak Woloklibang punya kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota. Kami tidak mau desa ini terisolir lagi,” tegas Yos.

Di balik kemeriahan, kondisi SDI Kenari Belolong Filial Woloklibang masih jauh dari layak. Fasilitas terbatas, bangunan sederhana, dan perlengkapan belajar yang minim menjadi tantangan besar. Namun, hal itu tak menyurutkan tekad guru dan murid untuk tetap berprestasi.

Yohanes Raman Ratu, perwakilan warga desa, menuturkan bahwa semangat anak-anak dan dukungan masyarakat adalah kunci keberhasilan acara ini.“Kami sadar fasilitas terbatas, tetapi kebersamaan membuat semuanya mungkin,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membuka mata banyak pihak, terutama pemerintah, bahwa Woloklibang memiliki potensi besar jika diberi kesempatan.

Baca Juga :  Aksi Refleksi Aksi" BEM Fakultas Hukum UNIPA  Indonesia Selengarkan LDK

“Kami ingin ada perhatian khusus, terutama dalam perbaikan fasilitas pendidikan. Anak-anak kami pantas mendapat yang terbaik,” tutup Arman, salah satu warga Woloklibang.

Reporter: Dangke/ Arman

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version