Menurutnya, Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan.
Ia mengingatkan bahwa organisasi tersebut harus hadir aktif di tengah masyarakat, bukan sekadar simbol.
“FPK bukan untuk bersandar di dermaga, tetapi harus berlayar, hadir dan menjawab tantangan sosial,” tegasnya.
Wali Kota juga mendorong FPK untuk aktif melakukan safari ke berbagai komunitas guna memperkuat solidaritas dan mengajak kelompok yang belum aktif untuk kembali bergabung.
Menutup sambutannya, Wali Kota mengutip pemikiran Henry Ford tentang pentingnya kebersamaan sebagai kunci kesuksesan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan demi mewujudkan Kota Kupang yang harmonis dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua FPK Provinsi NTT, Theodorus Widodo, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyebut momentum ini sebagai malam persaudaraan yang mempertemukan berbagai tokoh lintas etnis dalam suasana penuh kehangatan.
Ia juga mengenang perjalanan panjang FPK sejak berdiri pada 2008, serta menegaskan bahwa pembauran bukan berarti menghapus identitas, melainkan merawat keberagaman dalam kebersamaan.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan menjadi simbol kuatnya persatuan di Kota Kupang.
Pemerintah berharap sinergi lintas etnis dan agama terus terjaga demi memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












