Dalam GSS, fokus utama ada pada lima aspek kesehatan utama, yaitu Fisik, Gizi, Imunisasi, Lingkungan dan Kesehatan Mental.
Dengan komitmen ini, “Kami berharap mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, sehat dan produktif bagi para siswa, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus,” ujar Herdiana dalam sambutannya di acara pembukaan pelatihan.
Program BOKS tidak hanya menyasar pemenuhan hak anak disabilitas untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, tetapi juga hak bermain dan pertumbuhan yang sehat.
Langkah ini dianggap mendukung tercapainya indikator KLA kluster Pendidikan dan Pemanfaatan Waktu Luang, sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja (RAN PIJAR) yang ditetapkan dalam Permenko PMK Nomor 1 Tahun 2022.
Pembiasaan aktivitas fisik, edukasi, dan pemenuhan gizi bagi anak sekolah menjadi dua komponen penting dalam RAN PIJAR.
Program BOKS dan kerjasama dengan Prodi Penjaskesrek FKIP Universitas Nusa Cendana Kupang membuktikan komitmen nyata dalam menciptakan pendidikan inklusif dan mendukung perkembangan optimal setiap siswa, tanpa terkecuali.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












