Dia khususnya mengapresiasi upaya Komunitas Guru Penggerak dalam kegiatan trauma healing bagi anak-anak.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur yang bergerak cepat memberi diri, membantu korban bencana erupsi gunung Lewotobi, terlebih pada pendampingan kepada anak-anak dalam kegiatan trauma healing.
Berbekal pengetahuan dan keterampilan pada pendidikan guru penggerak, Komunitas Guru Penggerak sangat kreatif dan inovatif dalam mendesain pembelajaran di tengah kondisi darurat.
Pembelajaran yang mereka ciptakan memberikan keceriaan kepada anak-anak.
Semoga elemen terkait dalam dunia pendidikan memberikan dukungan kepada Guru Penggerak dalam menjalankan tugas mulianya,” kata Maksi.
Sebelumnya, PGRI Kabupaten Flores Timur telah memberikan saran kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur agar memberikan penugasan khusus kepada Komunitas Guru Penggerak.
Dengan adanya penugasan khusus ini, diharapkan Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Flores Timur akan memiliki legitimasi yang lebih luas dalam menjalankan tugas pendampingan belajar anak-anak korban bencana erupsi Gunung Lewotobi.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












