“Komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikan gagasan dengan jelas, mendengarkan dengan baik, dan membangun hubungan yang positif dengan orang lain,” katanya.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Materi disampaikan secara interaktif oleh para mentor, Maria Sawu dan Agnes Udak, melalui permainan edukatif, simulasi, hingga praktik berbicara di depan umum.
Di setiap sesi, anak-anak tampak antusias mencoba hal-hal baru.
Mereka belajar menyampaikan pendapat, memperkenalkan diri, hingga berani berdiri di depan teman-teman mereka untuk berbicara dengan percaya diri.
Maria Sawu mengaku terharu melihat semangat para peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
“Anak-anak terlihat sangat bersemangat mengikuti setiap sesi. Mereka berani mencoba berbicara di depan teman-temannya, aktif bertanya, dan terlibat dalam berbagai permainan serta praktik komunikasi.
Antusiasme belajar yang tinggi ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi pengembangan karakter dan keterampilan komunikasi anak-anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Agnes Udak menambahkan bahwa kemampuan berkomunikasi yang baik perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang santun, percaya diri, dan mampu menyampaikan gagasan secara positif.
Selain teknik dasar public speaking, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai etika berkomunikasi, penggunaan bahasa yang sopan, serta pentingnya menghargai setiap orang yang diajak berbicara.
Seluruh materi dikemas secara menyenangkan dan sesuai dengan usia peserta sehingga mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan “Bicara Baik, Karakter Keren” menjadi lebih dari sekadar pelatihan. Ia menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengenal potensi diri, belajar menghargai sesama, dan merangkai mimpi melalui keberanian berbicara.(**)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












