Daerah  

Gubernur VBL Sangat Terkesan dengan Capaian Koperasi TLM atas Dampak Positifnya

Poros NTT News
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghadiri Pembukaan Rapat Pengesahan (RAT) XII Tahun Buku 2022 Koperasi Tanaoba Lais Manekat (TLM).

Selain itu, Koperasi TLM juga telah meluncurkan program pelatihan dan pendampingan usaha untuk anggotanya.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para anggota dalam mengelola usaha mereka dengan efektif.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Dengan adanya program ini, anggota Koperasi TLM dapat mengoptimalkan potensi mereka dan mencapai hasil yang lebih baik.

Dalam rangka memperluas dampak positifnya, Koperasi TLM juga aktif melakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan lembaga swadaya masyarakat.

Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan memperluas aksesibilitas terhadap layanan keuangan bagi masyarakat.

Ketua Pengurus Yayasan Coop TLM Indonesia, Pendeta Emeritus Samuel Viktor Nitti menjelaskan Koperasi TLM Indoesia telah beroperasi sejak Januari 2011 dan melayanii seluruh Kabupaten di NTT dan 4 Provinsi lainnya seperti Nusa Tenggara Barat, Bali, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Baca Juga :  Jadi Pj Bupati, Doris Rihi Bangga Sudah Diberikan Kesempatan Untuk Membangun Flotim

Terdapat 2 unit usaha yang kami jalankan yaitu unit usaha simpan pinjam dan unit bisnis yang terdiri dari took agen sembako yang dari beroperasi di Kota upang dan Kabupaten Kupang dan 1 restauran di Pantai Lasiana, kata Pdt. Semuel.

Dalam laporannya disebutkan, Pada tahun 2022 Koperasi TLM melayani anggota sebanyak 269.509 orang atau bertambah 27.619 orang dengan sasaran pelayanan utama adalah para perempuan pelaku usaha mikro.

Aset bertumbuh sebesar 34% menjadi 431,5 Miliar dan Modal sendiri bertumbuh sebesar 64% menjadi 172 Miliar.

Ia mengungkapkan, Sisa Hasil Usaha (SHU) meningkat 141% dari tahun sebelumnya atau mencapai 85,5 Miliar. “Kami juga menjaga kualitas pinjaman dengan NPL program simpan pinjam sebesar 0,39%.

Serta melakukan Kerjasama dengan Bank NTT di tahun 2022 senilai 80 Miliar yang digunakan untuk membiayai usaha mikro dari anggota kelompok sesama sebanyak kurang lebih 22.800 orang anggota.

Redaksi/Hendrik

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung