Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan PLN untuk mempercepat penyelesaian seluruh dokumen yang masih tertunda.
“Kami akan memastikan Pemprov NTT hadir untuk mendorong agar proyek ini segera direalisasikan dan menjadi sumber listrik baru di Flores,”
ujar Gubernur Melki.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi kepada Malaysia dan Belanda atas dukungan terhadap proyek strategis Jembatan Pancasila Palmerah dan PLTAL Larantuka.
“Kami berterima kasih Bank Pembangunan Belanda (FMO) yang akan membiayai proyek senilai $ US 250 jt atau Rp. 4 T. Kami juga berharap Pak Andre Kore terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar proyek ini segera berjalan,”
tambahnya.
Pemerintah daerah juga berharap, proyek ini dapat menjadi simbol kemajuan, konektivitas, dan kemandirian energi di wilayah timur Indonesia.
Sementara progres proyek PLTAL Larantuka pernah dibahas dalam rapat di Kantor Staf Presiden (KSP) pada 26 Maret 2024.
Reporter: PorosNTT/Tim
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












