Selain itu, Isu stunting dan kemiskinan ini kemudian dihadapi dengan berbagai cara yang berbeda.
Gestianus Sino (GS), pemuda asal Flores, Nusa Tenggara Timur, salah satu upaya keluar dari kedua isu tersebut adalah melalui pertanian organik yang terintegrasi.
Diketahui GS satu dari sedikit petani milenial di Indonesia yang sukses membangun dan mengembangkan pertanian organik terintegrasi di kebun Organik miliknya di Penfui Timur, Kabupaten Kupang.
GS menanam beragam jenis sayuran premium dan memasarkan hasilnya ke restoran, supermarket, dan hotel di Kota Kupang.
Menggunakan pendekatan korporasi, GS mengoptimalkan manajemen pertanian dengan melakukan efisiensi usaha tani melalui mekanisasi, penggunaan benih unggul, mengurangi penggunaan pupuk kimia dengan pupuk organik, integrated farming serta tidak menerapkan pertanian monokultur.
Hal tersebut akan menjadi tonggak awal acara dan mencerminkan semangat kerjasama yang diharapkan dapat dihasilkan dari festival ini.
Festival ini akan diakhiri dengan pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama dari semua pihak yang hadir, untuk melanjutkan upaya kolaboratif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.(O1/Ok)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












