Sementara Ketua panitia, Imanuel Absoni Ratu Dally, menjelaskan bahwa seluruh elemen masyarakat dilibatkan, termasuk RT dan RW di Kelurahan Penkase Oeleta.
“Kami merangkul semua pihak, dari RT, RW hingga pelaku UMKM, agar semua bisa berpartisipasi dan merasakan dampak positif dari kegiatan ini,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa festival ini merupakan agenda rutin tahunan yang didukung oleh Pemerintah Kota Kupang.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA ini dijadwalkan berakhir sebelum tengah malam.
Rencananya, festival akan dibuka secara resmi oleh camat sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Warga setempat menyambut kegiatan ini dengan antusias.
Mereka berharap momentum HUT ke-30 Kota Kupang dapat mempererat persatuan serta mendorong pembangunan kota yang lebih indah dan harmonis.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami semakin bersatu dan bangga menjadi bagian dari Kota Kupang,” ungkap salah satu warga.
Festival Budaya Penkase Oeleta menjadi bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan dan memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan kota.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










