PRS – Ketua RT 36 Perumahan Palma Hill, R. Riesta Ratna Megasari, bersama Yayasan Pengembangan Citra Insani Indonesia (YPCII) yang didukung oleh Danone Indonesia.
Melalui kerja sama tersebut, akan didirikan Bank Sampah Unit (BSU) Palma Hill sebagai bagian dari jaringan Bank Sampah Induk Mutiara Timor.
Kegiatan berlangsung di Kelurahan Oeleta, Kecamatan Alak, Perumahan Palma Hill, Kota Kupang pada Sabtu, 27 Juli 2025 pukul 15.30 WITA di Blok F1
Turut hadir dalam acara tersebut Babinsa Sertu Hasan Basri, Lurah Oeleta, tokoh, serta warga RT 36 Perumahan Palma Hill.
Dalam sambutannya, R. Riesta Ratna Megasari menyampaikan bahwa pembentukan BSU Palma Hill merupakan upaya konkret untuk menciptakan lingkungan yang bersih.
Menurutnya kesempatan ini, membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
“Kami ingin agar warga RT 36 tidak hanya membuang sampah sembarangan, tetapi mulai memilah dan memanfaatkannya.”
“Melalui program ini, kami juga mengedukasi warga bahwa sampah sebenarnya bisa memberikan nilai ekonomi,” ujar Ketua RT Megasari.
Ia juga menambahkan bahwa Bank Sampah Palma Hill ke depannya akan terintegrasi dengan sistem digital sederhana agar warga dapat memantau jumlah setoran dan saldo sampah mereka.
“Kami ingin agar Bank Sampah ini menjadi wadah edukasi dan ekonomi. Ke depan, warga akan punya buku tabungan sampah. Semakin banyak mereka menyetor, semakin besar juga manfaatnya,” jelas Megasari antusias.
Perwakilan dari Bank Sampah Induk Mutiara Timor, Gredy, turut hadir dan memberikan edukasi kepada warga terkait prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Edukasi ini dilaksanakan di rumah Ketua RT Megasari yang sekaligus menjadi lokasi awal sosialisasi lingkungan dan kesehatan.
Gredy menjelaskan bahwa sampah rumah tangga seperti botol plastik, botol minyak goreng (bimoli), kertas HVS, kardus, serta logam ringan seperti kaleng bir dan kaleng minuman soda, memiliki nilai jual jika dipilah dengan benar.
“Yang paling mahal itu justru dari logam seperti kaleng bir dan kaleng fanta. Kalau masyarakat bisa memisahkan sampah dengan baik, maka tidak hanya lingkungan bersih, tapi bisa jadi tambahan penghasilan,” jelas Gredy dari YPCII Danone.
Warga juga diajak untuk memahami bagaimana proses daur ulang bekerja, mulai dari pemisahan, penyimpanan, hingga pengangkutan ke Bank Sampah Induk untuk selanjutnya didaur ulang oleh mitra industri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












