Charlie mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan kredit sesuai tujuan produktif.
“Kredit itu untuk usaha, bukan untuk konsumsi. Ini harus dipahami supaya tidak terjadi kredit macet,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama bagi debitur yang mengalami kesulitan pembayaran akibat kehilangan penghasilan.
“Ini bukan hanya soal kredit macet, tapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat. Perlu ada solusi bersama, termasuk kemungkinan pemberdayaan atau bantuan pekerjaan,” jelasnya.
Terkait kinerja keuangan, Charlie menyebut laba Bank NTT tahun lalu mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, salah satunya karena meningkatnya kredit bermasalah.
Meski demikian, menurutnya, bank tetap berhasil mencatat keuntungan.
“Yang penting kita masih mencatat laba, meskipun tidak sebesar sebelumnya,” pungkasnya.
Reporter: Hendrik/ Tim
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












