PRS – Puncak penutupan Festival Budaya di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung meriah dan penuh haru.
Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Camat Alak, Amransius Yolah, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Meski tergolong wajah baru di Kecamatan Alak, festival ini sukses mencuri perhatian masyarakat.
Antusiasme warga terlihat tinggi sepanjang kegiatan, sekaligus menjadi bukti bahwa festival budaya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam sambutannya, Camat Amransius Yolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai Festival Budaya Penkase Oeleta bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Walaupun kita berada di pinggiran kota, gaung kita harus tetap terdengar. Festival ini sangat menghibur masyarakat sekaligus membantu mendorong ekonomi lokal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa festival budaya ke depan perlu dijadikan sebagai ikon Kota Kupang dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.
Selain itu, Camat Alak mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan setiap tahun sebagai upaya melestarikan warisan budaya daerah sekaligus meningkatkan daya saing antar kelurahan.
Apresiasi khusus diberikan kepada Lurah Penkase Oeleta, Pether Nenohaifeto, bersama seluruh panitia yang dinilai berhasil menghadirkan momentum berharga bagi masyarakat.
Tak hanya soal budaya, Camat Amransius juga menyoroti pentingnya pengembangan potensi wilayah Alak, termasuk sektor UMKM yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang jika didukung dengan semangat dan kolaborasi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia turut menjelaskan infrastruktur jalan yang masih menjadi kendala.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga membangun semangat swadaya demi kenyamanan bersama.
“Kita tidak bisa hanya menunggu. Mari bergandeng tangan, lakukan swadaya demi rasa aman dan kenyamanan, sambil menunggu bantuan pemerintah. Karena saat ini anggaran kita masih ditengah efisiensi,” tegasnya.
Suasana penutupan festival berlangsung meriah. Camat bahkan menyebut, jika penutupan sudah begitu semarak, maka pembukaan di masa mendatang harus lebih spektakuler.
Ke depan, pemerintah kecamatan berharap Festival Budaya Penkase Oeleta dapat terus berkembang dan mendapat dukungan lebih luas, termasuk kehadiran Wali Kota Kupang untuk membuka kegiatan di tahun berikutnya.
Festival ini menjadi bukti bahwa budaya, ekonomi, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah perkembangan kota.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

PRS – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, membuka kegiatan Silaturahmi Lintas Etnis bertema “Merajut Harmoni,…











