Daerah  

BPJN NTT Bersama Jurnalis, Proyek Jembatan Bliko Jadi Sorotan

Poros NTT News
Coffee Morning BPJN NTT Bersama Jurnalis.

PRS – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan Coffee Morning Bersama Jurnalis di Aula BPJN NTT pada Jumat (29/08/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat komunikasi sekaligus berbagi informasi antara BPJN dengan awak media terkait pembangunan jalan dan jembatan di wilayah NTT.

Moment berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, di mana para jurnalis diberikan kesempatan menyampaikan persoalan, masukan, maupun usulan terkait proyek infrastruktur.

Salah satu isu yang mencuat adalah proyek penggantian Jembatan Bliko di Adonara, Kabupaten Flores Timur, yang belakangan mendapat sorotan publik.

Menanggapi pertanyaan dari jurnalis FajarTimor.com, Kepala BPJN NTT yang baru, Janto, S.E., S.T., M.Sc, tidak langsung memberikan jawaban, melainkan menunjuk pejabat teknis untuk menjelaskan detail teknis proyek tersebut.

Pejabat BPJN menyebutkan bahwa proyek penggantian Jembatan Bliko merupakan bagian dari program strategis nasional.

“Jembatan Bliko termasuk dalam skema penggantian jembatan yang juga diterapkan di wilayah Kalimantan. Saat ini progres fisik sudah mencapai 45 persen, melampaui target 25 persen, sehingga terdapat deviasi positif 18 persen. Kami optimistis proyek ini dapat selesai tepat waktu,” jelasnya.

Baca Juga :  Agus Boli Tekan Nilai Luhur Lamaholot dalam Sambutan Dihadapan Ribuan Tokoh Adonara

Dalam pemaparannya, Kepala BPJN NTT, Janto, menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur di NTT menghadapi tantangan berat, mulai dari keterbatasan anggaran hingga kondisi geografis yang rawan bencana.

“Beberapa kegiatan tahun ini belum terdukung penuh secara anggaran, seperti pembangunan jembatan Oesapa yang kemungkinan dialihkan ke tahun anggaran berikutnya,” ujarnya.

BPJN NTT juga melaporkan bahwa terdapat lebih dari 240 titik rawan longsor di NTT, di mana sekitar 40 titik sudah ditangani, dan 25 titik lain akan diintervensi pada tahun depan.

“Kami berkomitmen mengawal kualitas pekerjaan, memastikan desain sesuai kondisi lapangan, serta menjaga mutu infrastruktur demi keselamatan masyarakat. Jika ada kekurangan, akan segera diperbaiki,” tegas Janto.

Di akhir kegiatan, Kepala Balai menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk media, atas masukan dan kritik yang membangun. “BPJN NTT selalu terbuka untuk evaluasi bersama demi penyelesaian proyek secara maksimal,” pungkasnya.

Reporter: PRS/Tim

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version