“Nanti mereka ikut pelatihan bahasa lagi. Setelah lulus level tertentu baru bisa berangkat ke Jerman,” jelasnya.
Para tenaga kerja tersebut nantinya bekerja di rumah sakit maupun menjadi perawat lansia. Lukas menyebut gaji yang diterima cukup besar.
“Gaji tahun pertama sekitar Rp42 juta. Sambil bekerja mereka juga belajar. Setelah lulus uji kompetensi, gajinya bisa naik sekitar Rp50 juta,” katanya.
Ia menjelaskan, pada tahun pertama para pekerja masih berstatus asisten perawat meskipun secara pendidikan di Indonesia sudah menyandang profesi perawat.
Selain mendorong penempatan kerja profesional, BP3MI NTT juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan informasi peluang kerja luar negeri secara resmi kepada masyarakat.
“Kita komunikasi dengan mitra supaya sama-sama memberikan informasi terkait peluang kerja luar negeri, baik dalam negeri maupun luar negeri,” tambah Lukas. (**)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












