Daerah  

Bank Sampah Hadir di Festival, Bukti Budaya dan Lingkungan Bisa Sejalan

Reporter : Hendrik
Poros NTT News

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, sebelumnya menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dilihat sebagai peluang ekonomi, bukan sekadar persoalan kebersihan.

“Selama ini kita hanya memindahkan sampah dari titik A ke titik B tanpa pengolahan. Padahal, sampah bisa menjadi sumber nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, konsep pengelolaan sampah terpadu menjadi langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy).

Dukungan nyata terhadap konsep tersebut terlihat dalam Festival Budaya Penkase Oeleta, di mana kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat berjalan aktif.

Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi lingkungan yang berdampak langsung pada peningkatan kesadaran dan kesejahteraan masyarakat.

Demikian kehadiran Bank Sampah di tengah festival menjadi bukti bahwa budaya dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan.

Dari sampah, masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.***

 

Baca Juga :  Lowongan Kerja Konsultan Perorangan Humas di Kementerian ATR/BPN

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version