“Kita tunjukkan bahwa jamaah haji asal Kupang punya wibawa, tertib, dan saling membantu. Kalau ada yang kesulitan, kita bantu. Itu ciri khas orang Kupang,” pesannya.
Suasana pelepasan semakin cair ketika Christian Widodo menyampaikan candaan kepada jamaah terkait barang bawaan.
Dengan gaya santai, ia mengingatkan agar koper tidak dipenuhi barang berlebihan.
“Bawa obat-obatan penting juga. Jangan koper penuh hanya karena dendeng, abon, tomat, lombok, bahkan cobek,” ujarnya yang langsung disambut gelak tawa jamaah.
Menjelang akhir sambutannya, Christian Widodo secara khusus meminta doa dari para calon jamaah haji untuk dirinya, Wakil Wali Kota, dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang agar dapat memimpin dengan penuh kebijaksanaan.
“Saya tidak minta macam-macam. Saya hanya minta diberikan kebijaksanaan setiap hari untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah,” katanya.
Momentum pelepasan terasa semakin menyentuh saat Wali Kota menutup sambutannya dengan kalimat reflektif yang mendapat perhatian para hadirin.
“Perjalanan haji tidak hanya tentang sampai di Tanah Suci, tetapi pulang dengan hati yang lebih suci,” ucapnya perlahan.
Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk memperbaiki hati, memperkuat iman, dan menjadi pribadi yang lebih baik sepulang dari Tanah Suci.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kota Kupang, Marhaban Adhang, menyampaikan seluruh jamaah haji Kota Kupang telah dinyatakan sehat dan siap diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Dari total 159 jamaah, sebanyak 59 orang merupakan laki-laki dan 100 lainnya perempuan. Jamaah tertua berusia 84 tahun, sedangkan jamaah termuda berusia 18 tahun.
Seluruh jamaah dijadwalkan berangkat dari Kupang menuju Surabaya pada 10 Mei 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi pada 12 Mei 2026.
Marhaban juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap pelayanan jamaah haji, baik secara moral maupun material.
“Kami berharap para jamaah turut mendoakan Bapak Wali Kota dan Kota Kupang agar tetap menjadi kota yang damai, toleran, dan semakin maju,” ujarnya.**
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












