Berjumpa dalam Kasih, Berpisah dalam Doa

Reporter : Thomas Swalar
IMG-20260621-WA0055~2

Lebih lanjut, Romo Yermin mengajak umat untuk sungguh-sungguh menyerahkan diri kepada Allah melalui karya pengabdian yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Menurutnya, setiap orang memiliki peran dan tugas yang berbeda, namun dipanggil untuk menjadi terang dan pembawa sukacita bagi sesama.

“Kita harus menjadi terang bagi orang lain dan menghadirkan sukacita bagi siapa saja yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Romo Yermin juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh umat Paroki Mingar yang telah menerima kehadirannya sejak empat tahun lalu.

Ia mengungkapkan bahwa masa pelayanannya di Paroki Mingar telah berakhir dan dirinya akan melanjutkan tugas sebagai imam di Paroki Santo Yoseph Boto.

Dengan penuh haru, ia berpesan kepada umat agar tetap merawat dan menjaga segala hal baik yang telah ditanamkan selama masa pelayanannya.

“Jangan pernah lupa bahwa kita pernah ada di tempat ini dan telah berbagi suka maupun duka bersama. Jika suatu saat kita saling merindukan, marilah kita saling mendoakan agar kasih Tuhan senantiasa membimbing langkah hidup kita, di mana pun kita berada,” tuturnya.

Usai Perayaan Ekaristi, kebersamaan antara gembala dan umat dilanjutkan dengan acara agape bersama seluruh umat Stasi Santa Theresia Loang.

Momen tersebut menjadi penutup yang indah sekaligus penuh makna, menandai perpisahan seorang gembala yang tegas dalam prinsip, namun lembut dalam kasih dan pengabdiannya kepada umat. (**)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version