Polres Bau-Bau Kab. Kupang ‘Mengamankan’ Warga Malaka dan TTS Karena Mencari Pekerjaan di Papua Barat

Poros NTT News
( Gambar, Kondisi Warga Malaka dan TTS Bersama Anak Kecil Sempat di Amankan Selama Tiga Hari)

Hal baik perlu dilakukan ditengah situasi ekonomi darurat begini, seharusnya diberikan arahan untuk memfasilitasi mendapatkan pekerjaan yang layak. Bukan hal terbalik, Polisi Polres Bau-Bau jangan suka-suka mencari kesalahan orang.

“Jadi aparat penegak hukum, bukan membuat orang jadi menderita tapi mengayomi setiap warga negara. Maka Polres Bau-bau harus punya hati, kalau ada orang membantu orang lain mendapat pekerjaan, itu perlu dipahami. Hal baik dilakukan oleh Marius Manek  membantu beberapa warga untuk bekerja, apakah dianggap salah,” Alfred Baun mempertanyakan.

“Kalau mau tangkap, banyak koruptor yang sedang merajalela di NTT. Masa orang ada susah, pi tangkap orang susah,” Tutur Alfret Baun

Senada pandangan hukum itu, Gabriel Suku Kotan selaku Pengacara menjelaskan, “Kalau ada pelanggaran secara administrasi mungkin terkait covid-19. Itu pun dilakukan oleh Pol PP bukan kewenangan polisi. Ini bukan tindak pidana perdagangan orang atau pekerja migran. Jadi pihak Polres Bau-Bau segera melepaskan Marius Manek. Itu melanggar aturan hukum dan juga pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Baca Juga :  Enam Bulan Tidak Bayar Utang, Bos Warung Segel Kantor PT Adhi Karya di Lembata

“Saya anggap Kapolda NTT yang baru sangat tegas maka perlu ada atensi  terhadap masalah penahanan Marius Manek  di Polres Bau-Bau. Anggota Polres Bau-Bau dapat dikatakan atau diduga melanggar kode etik profesi polri dan pelanggaran hukum Hak Asasi Manusia,” Pungkas Pengacara yang sering disapa Gab Suku Kotan. (TIM/HK)

 

 

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version