“Investor hanya membangun fisiknya, tidak ikut mengelola. Jadi, peran petani dan peternak lokal harus diperkuat agar bisa menjadi pemasok utama bahan baku dapur-dapur BGN,” ujarnya.
Fernando mengingatkan bahwa pemerintah daerah perlu proaktif membantu pelaku usaha kecil dan petani agar mampu memenuhi kebutuhan pasokan pangan berkualitas untuk program nasional tersebut.
“Kalau petani kita tidak siap, yang untung nanti justru daerah lain. Maka kita harus siapkan SDM dan dukungan alat pertanian sejak sekarang,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Fernando Soares juga menyebut bahwa DPRD NTT terus mendorong dinas pertanian dan UMKM di tingkat kabupaten agar memperkuat kolaborasi.
“Kemarin kami di Kabupaten Kupang menyerahkan bantuan alsintan kepada petani. Kami tekankan pentingnya memanfaatkan bantuan ini untuk mendukung program gizi nasional,” tambahnya.
Fernando Soares menegaskan, DPRD NTT mendukung penuh langkah pemerintah pusat dan BGN untuk menutup dapur yang tidak memenuhi kriteria kelayakan dan mengutamakan keamanan pangan masyarakat.
Ia berharap, ke depan BGN dapat melakukan pemeriksaan berkala di seluruh dapur wilayah NTT agar tidak terjadi lagi kasus-kasus gizi buruk maupun keracunan makanan di lingkungan sekolah.
“Kita lihat saja nanti. Kalau memang ada dapur yang tidak layak, pasti akan ditutup. Kami di DPRD akan mendukung penuh langkah itu karena ini menyangkut keselamatan masyarakat NTT,” pungkas Fernando Soares.
Reporter: Hendrik/Tim
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








