Salah seorang pelaku UMKM, Hariyanto, mengaku para pedagang selalu berupaya menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka berjualan.
“Kalau masalah kebersihan, kami selalu mengutamakan kebersihan. Sampah sudah kami kumpulkan di tempat yang tersedia, kemudian dibuang ke lokasi pembuangan yang telah disiapkan. Kami sadar kebersihan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Hariyanto juga mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi saat ini masih memengaruhi pendapatan para pelaku usaha. Menurutnya, omzet penjualan belum kembali seperti sebelum pandemi COVID-19.
“Sebelum COVID-19, omzet kami bisa mencapai Rp6 juta sampai Rp 8 juta dalam satu malam. Sekarang rata-rata hanya sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta. Memang ada penurunan, tetapi kami bersyukur masih bisa bertahan dan menjalankan usaha seperti biasa,” katanya.
Meski menghadapi tantangan ekonomi, Hariyanto mengapresiasi perhatian Pemerintah Kelurahan Fontein yang rutin melakukan pembinaan dan monitoring kepada pelaku UMKM.
“Kami selalu mendukung setiap kegiatan yang dilakukan pihak kelurahan. Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu kegiatan pemerintah kelurahan, kami siap berpartisipasi,” ungkapnya.
Iwan Taklal berharap sinergi antara pemerintah kelurahan, ketua RT, RW, dan para pelaku UMKM terus terjalin dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, kawasan Fontein sebagai salah satu pusat aktivitas Kota Kupang harus tetap bersih, tertata, dan nyaman sehingga mampu menciptakan citra kota yang lebih baik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (**)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












