Daerah  

Pemprov NTT Ajak Kades Gali Potensi Ekonomi Lewat Program OVOP

Poros NTT News
  • Bupati Ngada, Raimundus Bena

  • Ketua DPRD Ngada, Romilius Juji

  • Plt. Sekda Ngada

  • Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ende

  • Para Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Ngada

  • Staf Ahli Bupati serta para Asisten Sekda

Dalam arahannya, perwakilan dari Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan pentingnya memastikan seluruh warga terdaftar dalam BPJS Kesehatan secara menyeluruh dan tanpa hambatan. Keberhasilan UHC bergantung pada akurasi data kependudukan yang menjadi dasar penerapan sistem jaminan sosial kesehatan.

“Kami dorong betul agar semua warga masyarakat dipastikan ikut dalam program BPJS Kesehatan secara paripurna,” tegasnya.

“Pendataan identitas kependudukan di setiap wilayah harus benar-benar akurat dan menjangkau semua,” lanjutnya.

Hal penting lain yang disorot adalah perlunya pemenuhan tenaga kesehatan di seluruh desa, terutama bagi desa yang belum memiliki tenaga medis seperti bidan, perawat, dan apoteker.“Setiap desa wajib punya Bidan Desa, Perawat dan Apoteker Desa. Desa yang belum punya, sebaiknya segera diisi,” ujarnya.

Langkah ini dianggap strategis untuk memperkuat akses layanan kesehatan dasar langsung di tingkat desa, selaras dengan semangat UHC yang inklusif.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Sumba Timur, Lakukan Sosialisasi Tentang JKN-KIS

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga menyinggung pentingnya peningkatan ekonomi masyarakat desa. Program One Village One Product (OVOP) terus didorong agar setiap desa bisa mengembangkan produk unggulan lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya minta para Kepala Desa di Kabupaten Ngada mengidentifikasi semua potensi desa yang bisa dikembangkan agar bisa mendatangkan keuntungan ekonomi,” tegasnya.

“Saya tahu di Ngada ini banyak potensi yang luar biasa,” imbuhnya.

Usai kegiatan dialog, rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan peninjauan ke UPT Samsat Ngada di Kisanata, Bajawa, untuk mendengarkan pemaparan program kerja dan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala UPT Samsat Ngada, Noverius Nggili, menyampaikan bahwa pada tahun 2023, dari target Rp12 miliar, realisasi mencapai 99,6%. Untuk tahun 2025, target PAD dinaikkan menjadi Rp18 miliar.

“Terima kasih atas kerja keras semua stakeholder di UPT Samsat Ngada. Kita optimistis target PAD tahun ini bisa tercapai,” katanya.

Reporter: HN

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung

Exit mobile version