Menurutnya, kondisi masyarakat yang sedang fokus pada Pilkada membutuhkan perhatian dan kebijakan yang bijaksana dari OJK.
“OJK NTT maupun OJK pusat perlu mengambil langkah konkret dan melihat situasi ini dengan cermat untuk mengambil keputusan yang bijaksana,” tegasnya.
Jika penggantian direksi dianggap tetap perlu dilakukan, Mekeng menyarankan agar prosesnya dilaksanakan setelah Pilkada usai.
Menurutnya, dengan demikian, gubernur baru dapat lebih leluasa menentukan kebijakan dan target pertumbuhan Bank NTT.
“Gubernur definitif nanti juga pasti punya target terhadap pertumbuhan Bank NTT, bukan penjabat yang sifatnya hanya sementara,” tambahnya.
Permintaan Mekeng ini menjadi peringatan penting bagi OJK dan Pemerintah Daerah NTT agar tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan yang dapat berpengaruh pada stabilitas politik dan ekonomi daerah.
Reporter: HN/TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












