Menurut Naomi Uly, persoalan beras bukan hanya terjadi di Bulog Atambua, tetapi ini menyeluruh di seluruh Bulog sewilayah Indonesia.
Hal itu disebabkan, karena hasil panen tahun 2022 hanya mencapai 300 ribu ton beras dari kebutuhan 1,2 juta ton per tahun untuk seluruh wilayah Indonesia.
Ia mengharapkan, semoga hasil panen tahun 2023 ini baik,sehingga masyarakat tidak terlalu kesulitan makanan.
Dirinya optimis,dengan adanya intensitas hujan yang besar ini sawah masyarakat akan baik, sehingga akan memiliki hasil panen yang baik pula.
Dengan demikian, kebutuhan masyarakat akan beras pada tahun 2023 ini, dapat terpenuhi,jelasnya.
Kepada masyarakat di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu dan Malaka,agar tetap manfaatkan hasil tanaman lainnya seperti ubi,pisang, jagung sebagai pilihan untuk kebutuhan makan minum setiap hari,pinta Naomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










