Kegiatan ini mengumpulkan orang muda dari berbagai komunitas adat untuk mengeksplorasi dan mengenali objek pemajuan kebudayaan di Flores Timur.
Komunitas ini, yang kemudian dikenal sebagai pandu budaya, diharapkan dapat menjadi agen pemajuan kebudayaan di masyarakat.
Sebagai bentuk ekspresi temu kenali, KMA turut memfasilitasi penyelenggaraan Festival Genang Era di Leworok Desa Leraboleng, Kecamatan Titehena, pertengahan November lalu.
Festival ini menampilkan berbagai atraksi pemajuan kebudayaan, mulai dari tarian, permainan tradisional, karnaval pangan, hingga atraksi panen madu.
Direktorat KMA tidak hanya terlibat dalam kegiatan fisik, tetapi juga mendukung penyelenggaraan workshop kuliner berbahan pangan lokal di Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, pada tahun 2022. Pada November 2023, KMA turut mendukung pembuatan film dokumenter terkait kekayaan nyanyian etnik Lamaholot di Flores Timur.
Dalam mengapresiasi upaya besar ini, budayawan Flores Timur, Silvester Petara Hurit, menyatakan rasa terima kasih dan berharap agar dukungan semua pihak terus mengalir untuk memajukan kebudayaan Flores Timur.
Menurutnya, pembangunan kebudayaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, legislatif, dan komunitas kreatif, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat agar generasi masa depan dapat memiliki integritas, kekayaan batin, kreativitas, dan produktivitas yang tinggi. (HL)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












