Sementara itu, Eduard dari Sumba Barat Daya mengusulkan agar pasangan calon memprioritaskan petani milenial, dan Fhan Nafri dari Kabupaten Manggarai Barat menginginkan agar status “Wisata Premium Labuan Bajo” dapat memberikan manfaat bagi warga lokal.
Helma Bria dari Belu menekankan pentingnya dukungan bagi perempuan dan ibu rumah tangga melalui pelatihan dan modal usaha untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Melki Laka Lena menyatakan bahwa motto kampanyenya bersama Johni Asadoma adalah “Ayo Bangun NTT”, yang berfokus pada pembangunan daerah dengan melibatkan pemuda.
“Kami butuh lebih dari 1.000 anak muda yang ditempatkan di seluruh NTT untuk menjalankan program ini,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menggerakkan program hilirisasi di tingkat desa, terutama dalam pengolahan sumber daya alam agar bisa dijual dengan harga yang lebih baik.
Melki menambahkan bahwa jika mereka terpilih, anggaran khusus akan dialokasikan untuk program hilirisasi yang dipimpin oleh para pemuda, terutama yang baru lulus kuliah.
Demikian Melki Laka Lena dan Johni Asadoma berkomitmen untuk terus melibatkan pemuda NTT dalam proses pembangunan daerah, terutama dalam sektor-sektor penting seperti pertanian, peternakan, kelautan, dan perikanan.
Dengan program hilirisasi yang direncanakan, pasangan calon ini berharap dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda di tingkat desa.
Reporter: TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












