Dia mengatakan jika hal itu rutin dilakukan. “Ini kan pindah dari Bank DKI ke Bank Jatim, kemudian kepemimpinan Plt itu sudah selesai sejak 7 November dan itu harus di ganti karena itu harus melalui RUPS,” katanya.
“Itu normal dan tidak ada kepentingan politik. Jadi gini, penjabat itu diberikan tugas 6 bulan. Jadi selama 6 bulan itu belum ada pejabat definitif. Maka harus diganti atau bentuk penjabat baru,” tukasnya.
Dia juga membantah pemberitaan media yang menyebutkan ada pertemuan khusus dengan Sekretaris Nasdem, Yohana Lisapali
“Saya baru dengar dari kalian dan saya juga baru baca dari media,” kata Andriko.
Sebelumnya diberitakan diduga ada upaya ‘perampokan’ Bank NTT untuk membiayai paslon tertentu jelang Pilkada NTT.
Hal itu, terlihat ketika Bank NTT tiba-tiba dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB), Kamis (14/11/2024).
RUPS-LB yang terkesan mendadak ini disinyalir ada kepentingan politik untuk mendanai salah satu paslon di Pilkada NTT.
Reporter: HN/TIM
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












